Jasa Distribusi Produksi Pertanian Desa

Informasi kebutuhan pasar (komoditi pangan) adalah bahan utama perencanaan produksi pertanian di desa. Informasi pasar berupa jenis, mutu dan jumlah peluang pasar yang ada, dijadikan dasar dalam membuat perencanaan produksi. Selanjutnya dijabarkan menjadi sasaran produksi harian/mingguan/bulanan sebelum didistribusikan.

Pada umumnya permintaan terhadap produk usaha agribisnis pertanian selalu mengalami pasang surut. Ini berkaitan erat dengan urusan distribusi. Artinya, distribusi harus memperhitungkan dengan cermat pemetaan wilayah pasang surut tersebut. Jika tidak diatasi dengan usaha memperkirakan jumlah penjualan maka akan terjadi kelebihan produk yang tidak bisa dilempar ke pasar. Atau, kalaupun bisa memasuki pasar maka harganya akan turun jauh di bawah harga yang di inginkan.

Jasa distribusi pada dasarnya adalah sebuah jenis usaha tersendiri, jadi hendak melakukan sendiri harus mempelajari prinsip dan managemen bisnis ini. Beberapa alasan pengusaha memilih perantara dalam mendistribusikan produknya antara lain atas dasar pertimbangan dana dan personalia penjualan, pertimbangan efisiensi kerja, keadaan prasarana daerah pemasaran setempat, dan pertimbangan kurangnya pengetahuan dan pengalaman menangani daerah pemasaran tertentu.

Sesuai dengan Pasal 26 huruf h, UU No 6 Tahun 2014 tentang desa yang berbunyi “Membina dan meningkatkan perekonomian Desa serta mengintegrasikannya agar mencapai perekonomian skala produktif untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat Desa”, kita harus membangun lembaga produsen pertanian berbasis desa. Artinya desa harus membangun ekonomi dengan skala produktif dan usaha ekonomi itu harus berorientasi komersial dengan memproduksi komoditi sesuai dengan permintaan pasar. Setelah kondisi ini bisa dicapai, maka pekerjaan besar berikutnya adalah mendistribusikan dan mempromosikan produk sesuai sasaran dan kebutuhan masyarakat.

Kebanyakan pengusaha pertanian belum begitu memperhatikan masalah promosi, karena rata-rata usahanya belum begitu intensif. Akan tetapi jika kapasitas usahanya sudah semakin besar dan melakukan ekspansi usaha pada kegiatan pengolahan hasil agribisnis pertanian, maka mau tidak mau kegiatan promosi ini harus dilakukan.

Baca Juga :

Strategi Distribusi & Promosi Hasil Tani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s